Bipolar Bukan Penyakit Gila, TETAPI

Apakah Anda tahu mengenai bipolar? Pasti kebanyakan orang menganggap bipolar itu sama dengan gila. Padahal beda loh bipolar dengan gila itu. Menurut dokter kesehatan jiwa, bipolar merupakan salah satu gangguan jiwa yang tidak sama dengan gila. Lalu bagaimana kondisi sebenarnya?

Bipolar adalah gangguan perasaan seseorang yang menyebabkan pengidapnya mengalami perubahan mood yang estrim. Selayaknya manusia biasa pada umumnya, pengidap bipolar ini mengalami perasaan senang dan sedih, dari tinggi dan rendah. Orang yang mengalami bipolar ini selalu mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Penyakit ini tidak ada obatnya. Namun, ada banyak perawatan khusus yang bisa membantu mengatasi gejalanya.

Bipolar Bukan Penyakit Gila, TETAPI…..


Apa saja gejala bipolar?

Disaat emosinya meningkat atau tinggi, pengidap bipolar akan merasa senang, gembira, dan penuh energi dalam menjalankan aktivitasnya. Tetapi disaat emosinya menurun atau rendah akan mengalami kesedihan yang mendalam, mudah putus asa, kehilangan energi, kurang tertarik pada aktivitas yang pernah mereka nikmati, masa tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak, dan sampai berfikir untuk bunuh diri. Sementara itu, pengidap bipolar yang tengah mengalami fase hipomanik biasanya seolah normal. Oleh karena itu, mereka tak lagi mendengar suara-suara aneh dan merasa gembira serta bersemangat, lebih pandai bergaul dan selalu berfikir kreatif.

Diagnosis gangguan bipolar

Gangguan bipolar bisa sulit didiagnosis karena moodnya sangat mudah berubah. Bahkan lebih sulit untuk didiagnosis pada anak-anak dan remaja. Kelompok usia ini sering memiliki perubahan mood, perilaku, dan tingkat energi yang lebih besar. Dibutuhkan pemeriksaan secara psikologis untuk mendiagnosis gangguan bipolar. Dalam hal ini, dokter biasanya menanyakan tentang pola perilaku pasien, suasana hati yang dirasakannya, dan apa yang dipikirkannya.

Selain itu, dokter juga biasanya meminta pasien atau keluarga pasien memberi informasi yang berkaitan dengan episode mania atau depresi. Gangguan bipolar akan semakin memburuk jika tidak diobati, sehingga menjadi lebih ekstrem. Tapi jika gangguan bipolar diobati, maka akan sembuh dan bisa menjalani kehidupan yang sehat dan produktif. Penanganan biasanya seumur hidup dan sering melibatkan kombinasi obat serta psikoterapis dalam penanganan kasus bipolar.

Pengobatan bipolar

Jika pengobatan berjalan efektif, gejala gangguan bipolar biasanya akan mereda dalam aktu kurang dari tiga bulan. Namun jika kondisi ini diabaikan atau tidak mendapat penganganan yang tepat, maka gejala bisa berlangsung selama berbulan-bulan bahkan sampai 3-6 bulan untuk episode mania dan enam bulan sampai satu tahun untuk episode depresi). Tujuan pengobatan ipolar adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya episode mania atau depresi sehingga penderita dapat hidup secara normal dan dapat berbaur dengan orang di sekitarnya.

Selain dengan obat, penanganan bipolar harus disertai dengan terapi psikologis di bawah bimbingan dokter spesialis atau psikiater. Penderita biasanya juga akan disarankan untuk memperbaiki pola hidup ke arah yang yan lebih sehat, misalnya dengan berolahraga secra teratur, tidur yang cukup, dan mengkonsumsi makanan sehat.

Sebagian besar penderita gangguan bipolar dapat membaik tanpa harus menjalani rawat inap rumah sakit. Perujukan ke rumah sakit pun biasa dilakukan jika gejala semakn parah dan dikhawairkan perilaku penderita dapat membahayakan orang lain atau dirinya sendiri, seperti misalnya ingin melakukan bunuh diri.

Memberi dukungan bagi pengidap bipolar

Gangguan bipolar mempengaruhi sekitar 60 juta orang di seluruh dunia. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal memiliki gangguan bipolar, Anda tidak sendiri. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mendidik diri sendiri dan orang sekitar Anda. Jika menurut Anda ada seorang teman, saudara, atau orang yang dicintai mungkin memiliki gangguan bipolar, dukunglah dengan berikan pemahaman karena dua hal ini snagat penting. Dorong mereka untuk memeriksakannya kepada dokter dan cari tau gejalanya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*