Kerang Bisa Mematikan? Penyuka Sea Food Wajib Baca

Selain dikenal akan kelezatannya, para ahli gizi juga menyatakan bahwa kerang merupakan makanan yang bernutrisi tinggi. Dalam 100 gram kerang mengandung protein tinggi asam amino yang mudah dicerna karena hanya sedikit jaringan ikat. Kerang juga mengandung asam lemak omega 3 rantai panjang yang baik bagi kesehatan jantung, walaupun dalam jumlah yang lebih rendah daripada ikan salmon dan tuna.

Tapi kita juga harus bisa memilih kualitas kerang yang terbaik. Mengapa? Karena banyak jenis kerang yang mengandung zat berbahaya misalnya zat mikroplastik yang bisa beresiko bagi tubuh. Jadi kita harus lebih pandai memilih kerang yang sehat dan tentunya bergizi serta memberi manfaat bagi tubuh.

Anda sering makan kerang?  Memang iya kerang itu sangat lezat dan menggugah selera pemakannya, tapi kerang sekarang sudah tidak aman dikonsumsi. Bener gak ya? Menurut para ahli, kerang bersifat statis, yang artinya kerang dapat mengkonsumsi apa saja yang ada didekatnya tanpa memilih makanan yang disedotnya itu mengandung zat berbahaya atau tidak. Sayangnya di Indonesia, terutama di Jakarta, banyak kerang yang hidup di daerah yang sudah tercemar oleh logam berat dan zat lainnya.

Saat kerang atau tiram menyaring air laut melalui insang, kerang dan tiram juga menelan mikroplastik yang terakumulasi di dalam air laut. Nah, pada saat kita memakan kerang itu, kita juga menelan beberapa partikel kecil itu yang telah melekat ditubuh kerang dan tiram. Beberapa kandungan berbahaya tersebut akan mengendap di dalam tubuh dan nantinya dapat meningkatkan risiko penyakit kanker. Wah ternyata berbahaya yah?

Lalu, apakah zat-zat kimia berat tersebut membahayakan tubuh kerang? Kerang yang banyak menyerap zat-zat tersebut ternyata tak menderita efek apapun. Justru kitalah yang akan dibuatnya derita dengan menyantapnya. Cukup makan sekali-kali saja, kalau memang belum sepenuhnya menghilangkan kebiasaan memakan kerang. Karena bagaimanapun, lebih baik mencegah daripada mengobati.

Bahayanya plastik yang termakan

Sampah plastik ini bermula dari pantai yang dekat dengan daerah perkotaan sehingga meluas sampai ke samudra dengan ukuran partikel kecil. Sampah plastik yang telah bercampur dengan air laut yang menjadi sumber pencarian pakan kerang ini telah terkontaminasi berbagai zat yang berbahaya terutama partikel-partikel plastik itu. Bahkan bisa jadi hewan lainpun ikut memakan partikel-partikel plastik yang telah bercampur ini.

Tidak tersaringnya makanan kerang

Setidaknya beberapa dari plastik ini masuk ke dalam kerang atau tiram. Makhluk laut ini adalah pengumpan filter yang melewati air laut di atas insang, menyaring plankton dan partikel mikroskopis lainnya termasuk mikroplastik. Sebuah kerang atau tiram, rata-rata memproses sekitar 5 liter air per jam. Jika kerang atau tiram makan selama 20 jam, berarti mereka memproses 100 liter air, dan jika dalam satu liter air terdapat satu partikel mikroplastik berarti mereka telah memakan 50 partikel plastik dalam sehari.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati

Sebuah studi yang dirilis awal tahun ini menemukan orang-orang di Eropa mengkonsumsi sebanyak 11.000 partikel mikroplastik setahun dengan mengkonsumsi kerang. Dari beberapa orang yang mengkonsumsi kerang, hampir semuanya terkontaminasi partikel plastik ini, dan tentunya ini akan berdampak buruk bagi mereka di masa yang akan datang. Periset juga telah memberi saran agar masyarakat tidak berlebihan memakan kerang atau tiram, karena terbukti makhluk laut ini sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

Sementara manusia ada yang masih memepertahankan hewan laut ini sebagai kudapannya. Dalam sebuah penelitian, telah ditemukan bahwa serat plastik cenderung tidak disukai oleh kerang dan akan diludahkan kembali sementara sampah plastik berbentuk manik lebih disukai oleh kerang. Kerang juga tidak akan memakan mikroplastik di lautan sana jika kita sebagai manusia tidak membuang sampah sembarangan atau membuang sampah dengan sengaja di laut. Karena perbuatan itu juga yang akan berdampak buruk bagi kita.

Karena seiring waktu sampah akan terus meningkat, jika dibiarkan kerang itupun akan terus memakan sampah akibat ulah manusia itu sendiri. Jadi yang terpenting adalah dari kita, untuk kita, dan oleh kita. Mulailah dengan menjaga lingkungan ini tetap baik dan bersih, karena kalau kita menanamkan kebaikan pasti akan dibalas dengan kebaikan pula.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*