Mau Turunkan Tekanan Darah? Coba 8 Cara Alami Ini

Tekanan darah tinggi atau yang biasa disebut hipertensi ternyata tidak memiliki gejala loh……….

Namun bahayanya tekanan darah ini bisa menjadi risiko utama penyakit jantung dan stroke. Kamu tidak ingin ini terjadi? Ikuti cara turunkan tekanan darah tinggi di bawah ini↵

Tekanan darah ini adalah penyakit yang paling tinggi di Amerika Serikat. Namun penduduk Indonesia juga banyak yang mengalaminya. Ih ngeri yaa…?

Tekanan darah Anda tergantung pada seberapa banyak darah yang dipompa jantung Anda, dan seberapa besar resistensi terhadap aliran darah di arteri Anda. Semakin sempit arteri Anda semakin tinggi tekanan darah Anda. Tekanan darah yang kurang dari 120/80 mmHg dianggap normal. Tekanan darah yang 140/90 mmHg atau lebih dianggap tinggi. Jika Anda di atas normal tapi di bawah 140/90 mmHg, Anda masuk dalam kategori yang disebut prehipertensi. Ini berarti Anda berisiko terkena tekanan darah tinggi.

Studi menunjukkan bahwa dalam 2 sampai 4 tahun, antara 30 dan 40 persen orang akan mengalami kemajuan prehipertensi sampai hipertensi. Nah, untuk itu ubahlah gaya hidup Anda dengan pola hidup sehat tanpa narkoba, gaya hidup ini yang akan menurunkan risiko tentang tekanan darah tinggi Anda. Berikut adalah 8 cara efektif untuk menurunkan tingkat tekanan darah Anda:

Mau Turunkan Tekanan Darah? Coba 8 Cara Alami Ini

  • Tingkatkan aktivitas olahraga

Anda tahu kan olahraga aerobik? nah olahraga ini dapat menurunkan 3,9 persen sistolik menjadi 4,5 peren diastolik. Ini sama baiknya dengan obat tekanan darah.Olahraga aerobik ini juga baik dilakukan oleh orang dewasa lanjut usia.Saat Anda meningkatkan detak jantung dan pernafasan, jantung Anda menjadi lebih kuat dan tekanan pompa dengan sedikit usaha. Hal ini menguragi tekanan pada arteri Anda dan menurunkan tekanan darah Anda.

Berapa lama? Sebuah laporan tahun 2013 oleh American College of Cardiology, American Heart Association, American College of Sports Medicine menyarankan aktivitas fisik intensitas sedang sampai intensitas tinggi sampai empat sesi setiap minggu, masing- masing 40 menit. Tapi Anda tidak perlu menjalankan maraton, cukup dengan aktivitas yang sederhana seperti menaiki tangga, melakukan aktivitas di rumah misalnya menyapu, mengepel, berkebun, bersepeda, atau nermain olahraga.Lakukan secara teratur dan kerjakan stidaknya satu jam dalam sehari.

  • Menurunkan berat badan

Jika Anda kelebihan berat badan, kehilangan 5 sampai 10 kilogram bisa mengurangi tekanan darah Anda. Plus, Anda akan menuirunkan risiko masalah medis lainnya. Sebusah tinjsusn 2016 terhadap bebrapa penelitian melaporkan bahwa diet penurunan berat badan mengurangi tekana darah rata-rata 3,2-4,5 mmHg. Jadi, masih malas melakukan diet?

  •  Kurangi gula dan karbohidrat olahan

Banyak penelitian ilmiah menunjukkan bahwa membatasi gula dan karbohidrat olahan dapat membantu menurunkan berat badan dan menurunkan tekanan darah Anda.Sebuah penelitian ditahn 2010 membandingkan diet rendah karbohidrat dengan diet rendah lemak. Diet rendah lemak termasuk obat diet. Kedua diet tersebut mengahasilkan

penurunan berat badan, namun diet rendah karbohidrat jauh lebih baik dalam menurunkan tekanan darah. Diet rendah karbohidrat menurunkan tekanan darah sebesar 4,5-5,9 mmHg. Diet rendah lemak plus obat diet menurunkan tekanan darah hanya 0,4-1,5 mmHg.

  •  Hindari makanan beryodium

Mengurangi konsumsi garam dan meningkatkan asupan kalium dapat menurunkan tekanan darah Anda. Kalium adalah pemenang ganda untuk mengurangi efek garam di sistem Anda, dan juga memudahkan ketegangan pada pembuluh darah Anda.Sangat mudah untuk meningkatkan asupan kalium Anda, sehingga banyak makanan mengandung potasium yang tinggi. Berikut adalah makanan yang mengandung potasium:

  1. makanan olahan susu (susu, yoghurt)
  2. ikan
  3. buah-buahan (pisang, aprikot, jeruk)
  4. sayuran (ubi jalar, kentang, tomat, sayuran hijau, bayam)
  • Hindari makanan olahan

Sebagian besar garam ekstra dalam makanan kita berasal dari makanan olahan dan makanan restoran. Item garam tinggi yang populer termasuk daging deli, sup kaleng, pizza, keripik, dan makanan ringan lainnya.Makanan berlabel “rendah lemak” biasanya tinggi garam dan gula untuk mengimbangi hilangnya lemak. Lemak inilah yang memberi rasa makanan dan membuat Anda merasa kenyang.

Mengurangi makanan olahan akan mengurangi kandungan garam, sedikit gula, dan sedikit karbohidrat olahan. Semua ini menyebabkan tekanan darah rendah. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA)Sodium yang terdaftar sebagai 5 persen atau kurang pada label makanan dianggap rendah. Dua puluh persen atau lebih dianggap tinggi.

  • Berhenti merokok

Berhenti merokok baik untuk kesehatan Anda. Merokok menyebabkan kenaikan tekanan darah dan meningkatkan denyut jantung Anda.
Dalam jangka panjang, zat kimia dalam tembakau dapat tekanan darah Anda dengan merusak dinding pembuluh darah dan mempersempit arteri Anda. Arteri yang mengeras menyebabkan tekanan darah tinggi. Bahan kimia dalam tembakau dapat mempengaruhi pembuluh darah Anda bahkan jika Anda berada di sekitar bebas asap rokok. Anak-anak di sekitar asap rokok memiliki tekanan darah tinggi dibandingkan perokok.

  •  Kurangi stres

Kita hidup dalam masa-masa penuh tekanan. Tuntutan di tempat kerja dan keluarga, politik nasional dan internasional, semuanya berkontribusi terhadap stres. Menemukan cara untuk mengurangi stres Anda sendiri penting untuk kesehatan dan tekanan darah Anda.
Cara menghilangkan stres dimulai dengan mengenali pemicu stres dan induksi relaksasi Anda. Berlatih bernafas dalam , jalan-jalan, menonton komedi, mendengarkan musik santai. Inilah beberapa cara orang berhasil menghilangkan stres.

  • Lakukan meditasi atau yoga

Kedua cara ini telah lama digunakan (dan dipelajari) sebagai metode untuk mengurangi stres. Sebuah studi tahun 2012 mencatat bahwa satu program universitas di Massachusetts telah membantu lebih dari 19.000 orang menggunakan program meditasi dan perhatian penuh. Yoga yang melibatkan teknik pernapasan, postur, dan meditasi, juga bisa efektif dalam mengurangi stres dan tekanan darah. Sebuah review tahun 2013 terhadap 17 penelitian tentang yoga dan tekanan darah menemukan penurunan tekanan darah rata-rata 3,62-4,17 mmHg.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*